Kamis, 29 November 2012

Sistem Periodik Modern


Sistem Periodik Modern

Pada tahun 1914, Henry G. J. Moseley menemukan bahwa urutan unsur
dalam tabel periodik sesuai dengan kenaikan nomor atom unsur. Moseley berhasil
menemukan kesalahan dalam tabel periodik Mendeleev, yaitu ada unsur yang terbalik
letaknya. Penempatan Telurium dan Iodin yang tidak sesuai dengan kenaikan massa
atom relatifnya, ternyata sesuai dengan kenaikan nomor atom. Telurium mempunyai
nomor atom 52 dan iodin mempunyai nomor atom 53. Sistem periodik modern bisa

dikatakan sebagai penyempurnaan sistem periodik Mendeleev. Sistem periodik modern dikenal juga sebagai sistem periodik bentuk panjang, disusun berdasarkan kenaikan nomor atom dan kemiripan sifat. Dalam sistem periodic modern terdapat lajur mendatar yang disebut periode dan lajur tegak yang disebut
golongan (lihat lampiran).
Jumlah periode dalam sistem periodik ada 7 dan diberi tanda dengan angka:
• Periode 1 disebut sebagai periode sangat pendek dan berisi 2 unsur
• Periode 2 disebut sebagai periode pendek dan berisi 8 unsur
• Periode 3 disebut sebagai periode pendek dan berisi 8 unsur
• Periode 4 disebut sebagai periode panjang dan berisi 18 unsur
• Periode 5 disebut sebagai periode panjang dan berisi 18 unsur
• Periode 6 disebut sebagai periode sangat panjang dan berisi 32 unsur, pada
periode iniPeriode 7 disebut sebagai periode belum lengkap karena mungkin akan
bertambah lagi jumlah unsur yang menempatinya, sampai saat
ini berisi 24 unsur. Pada periode ini terdapat deretan unsur yang
disebut Aktinida, yaitu unsur bernomor 90 sampai nomor 103 dan
diletakkan pada bagian bawah.
Jumlah golongan dalam sistem periodik ada 8 dan ditandai dengan angka
Romawi. Ada dua golongan besar, yaitu golongan A (golongan utama) dan golongan
B (golongan transisi). Golongan B terletak antara golongan IIA dan golongan IIIA.
C. SIFAT-SIFAT SISTEM PERIODIK

Sistem periodik unsur disusun dengan memperhatikan
sifat-sifat unsur. Sifat-sifat periodik unsur
adalah sifat-sifat yang berubah secara beraturan
sesuai dengan kenaikan nomor atom unsur. Sifatsifat
periodik unsur yang kita bahas meliputi jari-jari
atom, energi ionisasi, afinitas elektron, dan keelektronegatifan.

1.    Jari-Jari atom

Jari-jari atom adalah jarak dari inti atom sampai kulit elektron terluar yang
ditempati elektron.
Panjang pendeknya jari-jari atom tergantung pada jumlah kulit elektron dan
muatan inti atom. Makin banyak jumlah kulit elektron maka jari-jari atom semakin
panjang, dan bila jumlah kulit atom sama banyak maka yang berpengaruh terhadap
panjangnya jari-jari atom ialah muatan inti. Semakin banyak muatan inti atom, makin
besar gaya tarik inti atom terhadap elektronnya sehingga elektron lebih dekat ke inti.
Jadi, semakin banyak muatan inti, maka semakin pendek jari-jari atomnya.
Unsur-unsur yang segolongan, dari atas ke bawah memiliki jari-jari atom yang
semakin besar karena jumlah kulit yang dimiliki atom semakin banyak.
Unsur-unsur yang seperiode, dari kiri ke kanan jari-jari atomnya semakin kecil.
Hal itu disebabkan unsur-unsur yang seperiode dari kiri ke kanan memiliki jumlah
kulit yang sama tetapi muatan intinya semakin besar.
2.    Energi ionisasi

Energi ionisasi adalah energi minimum yang diperlukan atom untuk melepaskan
satu elektron yang terikat paling lemah dari suatu atom atau ion dalam wujud gas.
Harga energi ionisasi dipengaruhi oleh besarnya nomor atom dan ukuran jari-jari
atom. Makin besar jari-jari atom, maka gaya tarik inti terhadap elektron terluar makin
lemah. Hal itu berarti elektron terluar akan lebih mudah lepas, sehingga energi yang
diperlukan untuk melepaskan elektron terluar makin kecil.
Energi ionisasi kecil berarti mudah melepaskan elektron.
Energi ionisasi besar berarti sukar melepaskan elektron.
Energi ionisasi pertama digunakan oleh suatu atom untuk melepaskan elektron
kulit terluar, sedangkan energi ionisasi kedua digunakan oleh suatu ion (ion +) untuk
melepaskan elektronnya yang terikat paling lemah.
Untuk mengetahui kecenderungan energi ionisasi unsur-unsur dalam sistem
periodik dapat dilihat pada daftar energi ionisasi pertama unsur-unsur dalam sistem
periodik yang harganya sudah dibulatkan dan grafik kecenderungan energi ionisasi
unsur-unsur yang terdapat pada gambar 2.5 dan 2.6.

3.    Afinitas electron

Afinitas elektron adalah besarnya energi yang dihasilkan atau dilepaskan oleh
atom netral dalam bentuk gas untuk menangkap satu elektron sehingga membentuk
ion negatif.
32
Afinitas elektron dapat digunakan sebagai ukuran mudah tidaknya suatu atom
menangkap elektron. Afinitas elektron dapat benilai negatif atau positif. Afinitas
elektron bernilai negatif apabila terjadi pelepasan energi pada saat menangkap
elektron. Sebaliknya, afinitas elektron berharga positif apabila terjadi penyerapan
energi pada saat menangkap elektron. Semakin besar energi yang dilepas (afinitas
elektron negatif), semakin besar kecenderungan untuk mengikat elektron menjadi ion negatif.
Afinitas elektron unsur representatif
Golongan alkali tanah (IIA) dan gas mulia
(VIIIA) afinitas elektronnya semuanya berharga positif. Hal tersebut menunjukkan
bahwa unsur-unsur golongan IIA dan VIIIA sukar menerima elektron. Afinitas elektron
terbesar ialah golongan halogen (VIIA). Artinya, unsur-unsur golongan VIIA paling
mudah menangkap elektron dan terbentuk ion negatif yang stabil.
Afinitas elektron kecil berarti sukar menangkap elektron.
Afinitas elektron besar berarti mudah menangkap elektron.
Dari data-data tersebut, dapat disimpulkan bahwa afinitas elektron unsur-unsur
dalam satu golongan dari atas ke bawah semakin kecil, sedangkan unsur-unsur dalam
satu periode dari kiri ke kanan semakin besar.

4.    Keelektronegatifan

Keelektronegatifan adalah kecenderungan suatu atom dalam menarik pasangan
elektron yang digunakan bersama dalam membentuk ikatan.
IA
Semakin besar harga keelektronegatifan suatu atom, maka semakin mudah
menarik pasangan elektron untuk membentuk ikatan, atau gaya tarik elektronnya
makin kuat. Keelektronegatifan unsur ditentukan oleh muatan inti dan jari-jari
atomnya.

Keelektronegatifan kecil berarti sukar menangkap elektron.
Keelektronegatifan besar berarti mudah menangkap elektron.

Nilai mutlak keelektronegatifan tidak dapat diukur, tetapi nilai relatifnya dapat
dicari seperti dengan cara Pauling.
Menurut Pauling, keelektronegatifan unsur gas mulia adalah nol. Artinya, gas
mulia tidak mempunyai kemampuan untuk menarik elektron. Pauling menetapkan
unsur Fluor (F) sebagai standard. Berdasarkan hal tersebut, dihitung nilai untuk
unsur yang lain
Ringkasan

Sistem periodik mengalami perkembangan seiring dengan semakin banyaknya
unsur yang ditemukan. Pembuatan tabel periodik diawali oleh sistem triade yang
dikemukakan Dobereiner. Kemudian dikembangkan lagi oleh Newland dengan sistem
oktafnya. Lebih lanjut lagi penyusunan tabel periodik ini dilakukan oleh Lothar Meyer
dan Mendeleev. Mendeleev yang pertama kali mengemukakan tabel sistem periodik,
maka ia dianggap sebagai penemu tabel sistem periodik yang sering disebut juga
sebagai sistem periodik unsur pendek.
Moseley berhasil menemukan kesalahan dalam tabel periodik Mendeleev yaitu
ada unsur yang terbalik letaknya. Sistem periodik modern bisa dikatakan sebagai
penyempurnaan sistem periodik Mendeleev.
 Sistem periodik modern dikenal juga
sebagai sistem periodik bentuk panjang, disusun berdasarkan kenaikan nomor atom
dan kemiripan sifat. Dalam sistem periodik modern, terdapat lajur mendatar yang
disebut periode dan lajur tegak yang disebut golongan.

Sistem periodik ada hubungannya dengan konfigurasi elektron. Golongan sama
dengan elektron valensi dan periode sama dengan jumlah kulit atom.
Unsur-unsur yang menyusun sistem periodik mempunyai sifat kelogaman.
Secara umum unsur-unsur tersebut ada yang memiliki sifat logam, non logam, dan
metaloid. Jika kita lihat pada tabel periodik, unsur-unsur logam terletak pada bagian
kiri, dan unsur-unsur non logam terletak di bagian kanan.

Sifat-sifat dari sistem periodik antara lain jari-jari atom, yang mempunyai
kecenderungan dalam satu golongan semakin besar dan dalam satu periode semakin
kecil. Hal ini kebalikan dari energi ionisasi, afinitas elektron, dan keelektronegatifan
yang mempunyai kecenderungan dalam satu golongan semakin kecil dan dalam satu
periode semakin besar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar